Download

Cerita Lucu Seorang Nenek Penjudi

Pada uatu hari, ada seorang nenek yang membawa tas berisi uang cash penuh ke dalam suatu bank. Di dalam bank, sang nenek memaksa kepada pegawai bank untuk bertemu dengan presiden direktur bank tersebut. Sang pegawaipun kaget dan tidak membolehkan sang nenek berjalan masuk. Namun nenek itu tetap memaksa masuk seraya berkata “Uang yang ada di dalam tas ini Banyak Sekali. Jadi tolong pertemukan saya dengan presiden direktur anda!“. Resepsionis menghalangi laju nenek dan berkata “Maap nek, Nenek tidak bisa bertemu dengan presiden direktur kami saat ini juga, beliau itu sibuk. Ia adalah bisnisman jadi gak mungkin mau bertemu dengan anda”.

Si Nenek tetep kekeh dan bilang, Saya mau bertemu dengan PresDir karena saya ingin Menabung di Bank sini dengan uang Milyaran yang saya bawa di tas ini. Mendengar itu, resepsionis berpikir, dan langsung menghubungi seseorang dengan teleponnya. “Anda beruntung Nek, PresDir kami mau menerima anda, Silahkan datang ke kantornya Mari saya antar” jawabnya. Sesampainya di dalam ruangan Presiden

Direktur Bank, si Presdir bertanya apakah ada yang bisa dibantunya dengan sopan. Lalu nenek menjawab saya ingin menabung di bank sini sambil menjatuhkan tasnya berisi Milyaran uang cash di atas meja presdir. Si Presdir kaget dan bertanya, “wow berapa jumlah uang ini Nek?”. Si nenek menjawab sekitar 25 Milyar saya bawa di dalam tas ini. Si presdir sampai terbelalak kaget dan bertanya darimana anda punya uang cash sebanyak ini nek. Lalu si Nenek menjelaskan bahwa dia adalah penjudi. Dan kedatangannya ke dalam ruang presdir tersebut juga ingin berjudi.

“Saya ingin taruhan dengan anda Pak” kata sang nenek. Presiden Direktur hanya terbengong dan berkata “Taruhan bagaimana Nek maksud anda”. Si nenek menjawab lagi ” saya ingin taruhan dengan anda sebesar 25M, taruhannya yaitu saya bertaruh bahwa bentuk ketiak anda adalah kotak”. Mendengar hal itu, sang Presiden Direktur pun tertawa terbahak-bahak dan mengamini bentuk taruhannya seraya berkata “Mudah sekali itu, tidak mungkin bentuk ketiakku kotak”. Sang Nenekpun sambil pergi dan mengiyakan lalu berkata, “oke pada esok hari, saya akan ke sini lagi dan melihat apakah bentuk ketiakmu kotak”. Lalu sang nenek pergi.

 Keesokannya, si nenek kembali lagi ke ruangan presiden direktur tersebut ditemani pengacara nenek. Lalu nenek itu mengenalkannya kepada presdir dan tak lupa ia membahas tentang taruhannya dengan presdir. Lalu nenek berkata, “Buka bajumu agar kulihat dan kupegang ketiakmu”. Sambil mengiyakan permintaan nenek, presdir membuka baju dan mempersilahkan nenek memegang ketiaknya. Lalu nenek itu berkata, benar ketiakmu bukan kotak sambil tersenyum-senyum bahagia.

Si presdir heran kok nenek kalah taruhan tapi ketawa-ketawa, sambil bertanya kepada nenek “kenapa nenek kok malah senang, kan nenek kalah taruhan”. Lalu nenek menjawab, iya saya kalah taruhan denganmu, tapi saya menang taruhan dengannya (menunjuk pengacara), taruhan 100M siapa yang bisa memegang ketiak presiden direktur Bank ini.

Gubrak, pengacarapun pingsan karena kalah taruhan, presdirpun terbengong, namun nenek menggeloyor pergi dengan uang cash 75M di tangannya. Nenek ini emang bener gila penjudi.